Pada awal tahun 2025, Vietnam menjadi sasaran dari kampanye siber berskala besar yang dilakukan oleh kelompok peretas aktivis (hacktivist) bernama Anonymous VNLBN. Kelompok ini merupakan pecahan dari jaringan Anonymous global dan secara khusus menargetkan institusi-institusi penting di Vietnam, termasuk kementerian pemerintahan, lembaga hukum, penyedia layanan kesehatan, utilitas publik, serta institusi diplomatik dan pendidikan.
Salah satu aspek paling mencolok dari kampanye ini adalah fokus serangan yang terpusat di wilayah barat Vietnam. Situs web pengadilan dan lembaga hukum di wilayah ini dilumpuhkan secara sistematis. Anonymous VNLBN mengklaim telah melumpuhkan delapan dari tiga belas portal administrasi hukum yang ada, sementara sisanya diklaim telah dialihkan secara permanen atau tidak dapat diakses lagi. Serangan juga menyasar Dinas Kesehatan Provinsi seperti Trà Vinh, Sóc Trăng, dan Cà Mau. Dalam pernyataannya, kelompok ini menulis, “Seluruh situs Dinas Kesehatan wilayah barat telah dinonaktifkan. Kami bertanggung jawab penuh.”
Infrastruktur energi juga menjadi sasaran utama. Anonymous VNLBN meluncurkan serangan terhadap sejumlah penyedia listrik regional yang berada di bawah naungan EVNSPC, termasuk perusahaan listrik di Vĩnh Long, Đồng Tháp, dan Kiên Giang. Dalam pesan yang bernada mengejek sekaligus mengancam, mereka menyatakan, “Seluruh wilayah barat dalam kegelapan. Cuacanya panas, pemadaman listrik adalah solusi yang sempurna.”
Melalui kanal Telegram-nya, kelompok ini membagikan tautan yang berisi bukti teknis terhadap situs yang mereka klaim telah diserang. Ini merupakan bagian dari strategi mereka untuk membuktikan klaim sekaligus menebar ketakutan. Pesan-pesan mereka dipenuhi sindiran, referensi terhadap “kematian UDP” (mengacu pada serangan DDoS), serta narasi berulang soal penghentian layanan penting. Serangan-serangan ini jelas bukan aksi vandalisme acak, melainkan bagian dari operasi yang terorganisir dan terkoordinasi, kemungkinan besar menggunakan otomatisasi.
Selama empat bulan pertama tahun 2025, tercatat 179 serangan siber oleh kelompok hacktivist di Vietnam. Dari jumlah tersebut, sekitar 84% diklaim dilakukan oleh Anonymous VNLBN, menjadikannya aktor dominan dalam lanskap ancaman siber di negara tersebut. Sebanyak 160 host dari 38 organisasi berbeda terdampak, menunjukkan pola serangan yang tersebar luas, bukan hanya fokus pada infrastruktur tertentu.
Lembaga pemerintahan menjadi target utama, mencakup hampir 49% dari seluruh insiden yang diklaim. Sektor pendidikan berada di posisi kedua dengan 33,3% serangan, diikuti oleh layanan media dan internet sebanyak 7,8%. Target lainnya seperti telekomunikasi, manufaktur, transportasi, dan energi menerima jumlah serangan yang lebih sedikit namun tetap signifikan.
Anonymous VNLBN memperkenalkan diri sebagai kelompok yang beroperasi di bawah panji “Pasukan Komando”, bagian dari Tentara Rakyat Vietnam. Kanal Telegram mereka diluncurkan pada 14 Maret 2025 dan telah memiliki hampir 300 pengikut. Sebagai kelompok turunan dari Anonymous global, mereka mencerminkan propaganda pro-Rusia dan taktik serangan digital serupa, dengan fokus pada mengguncang stabilitas pemerintahan dan merusak kepercayaan publik.
Dalam sebuah unggahan, Anonymous VNLBN menyatakan pembentukan aliansi dengan prinsip mirip “Pasal 5” dalam perjanjian NATO, yang menekankan tanggapan kolektif atas serangan terhadap salah satu anggotanya. Ini menunjukkan upaya mereka untuk membentuk solidaritas dalam komunitas siber global dan memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan peretas terorganisir.
Serangan siber yang dilakukan oleh Anonymous VNLBN di awal 2025 menandai babak baru dalam tantangan keamanan digital Vietnam. Dari awalnya terlihat sebagai gangguan kecil, kampanye ini berkembang menjadi serangan strategis terhadap sektor-sektor publik vital seperti hukum, kesehatan, pendidikan, dan energi. Tujuan akhirnya jelas: menciptakan instabilitas dan menebar provokasi.
Pengalaman ini menjadi peringatan bagi negara lain, terutama yang memiliki ekosistem digital berkembang dan konflik regional aktif. Ini menekankan pentingnya strategi keamanan siber yang berlapis, menggabungkan intelijen ancaman yang proaktif, desain infrastruktur yang tahan gangguan, respons insiden yang terkoordinasi, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
Di era di mana informasi dan infrastruktur terus diserang secara digital, kampanye Anonymous VNLBN mempertegas satu hal: ketahanan siber kini merupakan fondasi utama dari keamanan nasional, dan medan pertempuran telah berpindah ke dunia maya.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan solusi yang ditawarkan oleh Radware, Anda dapat menghubungi Radware Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Anda juga dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia untuk informasi lebih detail.
